Jangan meninggalkan
sesuatu yang baik
karena melihat “sampul”yang
baik.
Banyak hal di dunia ini yang mengecewakan, termasuk
memberi keputusan yang memang tidak tahu apakah akan baik untuk diri sendiri
atau pun untuk orang lain.
Setiap hal kejadian di muka bumi ini segala sesuatu
nya telah di setujui oleh Allah. Setan yang akan mengganggu manusia di bumi pun
Allah telah menyetujui, bertujuan agar Allah ingin manusia kuat berada dijalan
Allah.
Setan aja disetujui, apalagi manusia yang akan
mengganggu manusia?
Percayalah, itu semua udah Allah yang atur. Jangan salahkan
diri sendiri ataupun orang yang baru datang di kehidupan kita, atau bahkan kamu
menyalahkan keadaan.
“kenapa
dia datang saat aku udah sama dia?”
Atau
“kenapa
dia datang saat aku butuh orang kaya dia”
Nooo. Jangan pernah bilang kaya gitu. Kenapa? Itu artinya
kamu nyalahin jalan hidup kamu yang sudah diatur sama Allah.
Bertahun-tahun menyimpan sebuah pernyesalan yang bikin
perasaan bahkan pikiran aja tuh udah gamau mikirin lagi itu kejadian.
“yaallah,
maaf aku udah jahat sama dia. Aku udah ngecewain manusia karena manusia lain”
Sejak saat itu, aku benar-benar tidak tahu harus
melakukan apa. Apakah harus balik lagi ke dia apa memperbaiki nya didepan.
Aku engga pernah tau apa yang terjadi jika pada saat
itu aku tetap pada orang yang mengaku sayang dan menolak ajakan “Sampul” orang baik.
Ninggalin orang yang sayang sama kamu karena ada orang
lain yang menurut kamu orang lain itu baik.
Akhirnya menemukan sebuah jawaban, mengapa waktu itu
Allah ngasih aku orang yang “bersampul”
baik ketika aku bersama orang yang baik.
betapa bodohnya aku saat itu ketika aku menilai aku
ninggalin orang yang baik karena “sampul”
yang baik. Karena pada saat itu aku tidak pernah tahu jika “sampul” yang baik itu adalah orang
yang selama ini mengira sayang sama kita.
Akhirnya aku tersenyum;
“oh
jadi ini jawaban dariMu yaa Rabb, mengapa pada saat itu engkau mendatangkan dia
saat aku bersamanya? Ini kah jawabannya? meski akhirnya dia juga bukan orang
yang engkau takdirkan pada ku. Aku akan tetap berterima kasih padaMu, karena
engkau telah menjauhkan aku dari orang yang salah, dari orang yang tidak pernah
ingin mengajakku untuk bertemu denganMu.”
Pada akhirnya kita tidak akan menyalahkan “Orang Ketiga” pada kandasnya suatu
hubungan, karena semua jalan hidup kita sudah diatur untuk sebaik mungkin oleh
Allah, dan kita sebagai manusia hanya akan menjalankan dan menerima apapun yang
akan terjadi di depan, karena Allah sangat-sangat tahu kelemahan setiap hamba
nya.
Jika akhirnya kita berjodoh dengan “Orang Ketiga” itu adalah keputusan
terbaik yang dipilih manusia saat dia berada di keputusan yang sulit. Bayangin deh
kalo kamu tetap memilih orang yang mengaku saying sama kita, padahal orang yang
di takdirkan sama kita itu adalah dia yang menjadi “orang ketiga”itu.
Terimakasih “Orang
Ketiga”, terimakasih karena pada saat itu kamu datang di saat yang tepat.
Terimakasih
telah melindungi dan mengambil aku dari orang yang bukan seharusnya menjadi
takdirku.
Hai kamu, iya kamu. terimakasih :)




Orang ketiganya ad brp?
ReplyDeleteKu bener dibikin cerita dina blog 😂
ReplyDeleteSebentar, masih nyerna nih. Maksudnya orang ketiga itu nyelametin dari orang pertama yang ternyata sikapnya nggak baik?
ReplyDeleteKalau kayak gitu, emang ada sisi positifnya sih. Hohoho
Yaaaa betulll wkwk
DeleteMakanya, jgn ngambil sikap kalo org yg ngerebut pasangan orglain itu buruk. Dia gatau ada apa dibalik itu semua wkwkw
MENI RUJIT SIA
ReplyDeleteSOK BIJAK PISAN DI SOSMED TUKANG NYINYIR
ReplyDelete