- Tiga puluh satu Agustus dua ribu enam belas-
Dengan suasana hati yang berkalut, sally memakirkan motornya di depan salah satu mall di Kota Bandung, "beli apa ya, beli ini takut engga suka, yang itu kayanya engga deh" ucap sally dengan pikiran nya. hari itu dia berencana membelikan sebuah hadiah untuk 'seseorang' yang sedang berulang tahun
dan akhirnya sally datang ke sebuah toko jam yang berada di lantai 2."Jam gimana ya yang bagus" ucap sally dengan bingung
"jam buat cowonya teh?" tanya si penjaga toko
"oh, iya teh hehe"
setelah pilih memilih, akhirnya pilihan sally jatuh pada jam berwarna hitam dan ada sedikit sentuhan berwarna biru. "jadi berapa teh?" tanya sally pada penjaga toko
"jadi 1** ribu teh" jawab si penjaga toko
Sally mengambil beberapa lembar uang 50ribu di dalam dompetnya
Sally keluar toko itu dengan perasaan tenang dan senang, itu terlihat dari wajahnya yang selalu tersenyum saat berkali-kali melihat kantong bawaannya yang berisikan jam tangan
"Sally?"
Sally langsung menghentikan langkahnya dan mencari suara yang tadi menyebut namanya, dia langsung terkejut saat melihat seorang laki-laki yang sedang berdiri tepat di hadapan toko yang berada di seberang toko jam yang di datangi sally tadi.
Laki-laki bertubuh tinggi, berkulit putih yang sedang memakai baju berwarna putih, celana jeans ber-sobek di bagian lutut, dan memakai sepatu sport, dengan segera menghampiri sally yang sedang berdiri kebingungan.
"Hey, Sally apa kabar?"
"Ah Hey, Baik" jawab sally dengan kaget
"lo kenapa? bingung gitu?"
"Dipta? ini lo? serius? Kok lo di Bandung? Sejak kapan?"
"iya ini gue, baru nyampe bandung terus langsung kesini"
"oh gitu, lo sama siapa ke Bandung? terus ngapain?"
"gue lagi liburan semester nih, kesini sama cewe gue, nyampe bandung eh dia lagi pengen nyalon tuh disana" jawab dipta sambil menunjuk ke arah toko bertuliskan 'Salon XXX'
"oh sama cewe lo" jawab sally dengan datar
"eh, duduk disana yuk, ngobrol bentar" ajak dipta pada sally
Mereka berjalan dan duduk di kursi yang di pilih sama dipta tadi
"lo apa kabar? sekarang lo jadi beda ya" dipta memulai obrolan
"alhamdulilah baik, lo sendiri gimana? ah gue masih kaya dulu dip. lo yang beda, gue jadi pangling liatnya. lo tinggian sekarang"
"baik juga kok haha lo juga jadi beda sall, cewek tomboy ternyata bisa pake lipstick. Kamu sekarang kerja dimana? Masih disana?"
"haha iya sekarang gue bisa pake lipstick. Masih disitu kok dip, main-main ke kantor bisa kali"
"oh pantesan kesini deket sama kantor. haha iya entar main kesana, apa kabar mamah sama papah? Mereka udah beneran pisah?"
"ah iya, mereka baik kok. hehe iya jadi dip, cuman ya gitu deh"
"sabar sall, gue tau lo kuat"
"iya pasti dip, Thanks"
"lo ngapain kesini? beli apa?" tanya dipta yang dari tadi ternyata merhatiin barang bawaan sally
"ah ini, beli jam tangan" jawab sally dengan melihat kan kantong bawaan nya
"buat cowo lo?"
"ah? iya begitulah" jawab sally dengan bingung
"eh, anak-anak apa kabar?"
"Mereka baik mungkin, engga tau gue engga pernah komunikasi. sama mereka aja yang di bandung engga pernah komunikasi, apalagi sama lo yang di banjarmasin" jawab sally dengan sedikit sedih
"sorry sall, bukannya engga mau. sekarang situasi udah beda. gue sekarang udah punya cewek, dan lo tau gue kan. gue engga bisa komunikasi sama masa lalu gue, termasuk lo. karena gue ngehargain cewe gue'
belum sempat sally menanggapi jawaban dipta, seorang cewek berwajah cantik, bertubuh tinggi, berambut hitam terurai panjang, memakia sepatu high heels datang menghampiri dipta dan sally
"kamu disini dari tadi yang (sayang), aku cariin dari tadi juga"
"kan tadi aku udah bilang, aku nunggu di luar. udah beres? laper engga? makan yuk." jawab dipta
"iya laper, ayo makan yang. eh itu siapa yang? ucap cewe itu dengan manja
"oh iya, kenalin ini sally, dia temen sekelas aku waktu SMA dulu yang."
"teman? oh iya lo bener, sekarang kita temen. Hati gue nyeri rasanya dip dengernya" ujar sally dengan lirih di dalam hati
"gue sally" ucap sally dengan mengulurkan tangannya
"gue nadia, ceweknya dipta"
"eh sall, ikut makan yuk. Lo langsung balik kan abis ini?"
"eh sorry nih dip, gue engga bisa. gue ada urusan lagi" jawab sally. sebenarnya itu hanya alasan sally biar bisa engga ikut sama mereka
"sikap lo kebaca sall, udah ayo" ujar dipta dengan langsung merangkul sally dan berjalan ke arah escalator
Nadia Bingung sama sikap dipta pun langsung mengikuti sally dan dipta. sally langsung melepaskan rangkulan dipta, dia engga enak sama nadia yang jalan di belakang mereka.
"lo salah rangkul orang, dip. cewe lo kasian di belakang, entar dia di culik orang kan berabe"
"Gue lupa sall hehe" dipta langsung berbalik badan dan menghampir nadia yang semenjak ada sally, mood nadia berubah
Dipta, Nadia, Sally. mereka bertiga duduk berdekatan. Nadia yang duduk di sebelah kiri dipta, dan Sally yang duduk di hadapan Dipta.
"kamu mau makan apa yang?" tanya nadia ke dipta
"aku pengen makan seafood. udang aja deh, bebas mau yang mana juga"
"ya udah aku juga udang aja deh, sama. elo sall, mau sama ato gimana? tanya nadia ke sally
"sally engga suka seafood" jawab dipta segera
"ah? iya, gue engga suka seafood. gue makan ayam goreng aja yang simple hehe" jawab sally
"lo masih inget hal apa yang gue engga suka dip. gue terharu" ucap sally di dalam hati
"jadi lo temen SMA nya Dipta? dia dulu gimana? nakal engga? pasti banyak cew yang suka sama dia ya? tanya nadia dengan penasaran
"ah, iya dia dulu nakal. ya, tapi nakal sewajarnya cowok aja. tapi dia menghargai cewek banget. kalo soal cewek, engga usah di tanya. Banyak Banget yang suka sama dia haha"
"bisa aja lo sall, engga ada yang suka juga. Dia mah paling bisa ngarang haha" jawab dipta
Dan mereka pun akhirnya mengenang masa-masa sekolah dulu, tertawa dan sesekali memgang tangan dan ah entahlah. Nadia bingung melihat sikap mereka yang seolah-olah nadia ada di dunia merek, seolah-olah nadia hanya orang asing yang datang ke kehidupan mereka, ya meskipun itu hanya bagian dari masa lalu mereka.
"selamat makan" ucap nadia saat makanan sudah tiba di hadapannya
"toilet sebelah mana ya, aku ke toilet dulu ya yang" ucap dipta kepada nadia
"iya yang"
Mimpi apa semalam sally, dia bertemu dan makan bareng dengan orang yang dulu pernah bikin dia bahagia, orang yang selalu beranggapan bahwa dipta itu 'Guardian Angel'. "kenapa harus ketemu kamu lagi sih dip. Kenapa ketemu pas kamu lagi sama nadia. pengen cepet-cepet pergi rasanya. ujar sally dalam hati
"jadi lo yang namanya sally? Dipta udah cerita banyak tentang lo ke gue. dan gue tau, lo mantan dia kan? lo pacar pertama dia dan dia pacar pertama lo?"
sally kaget ketika nadia bilang seperti itu, "ah? jadi dia cerita? sorry nad, gue sama dipta engga sengaja ketemu tadi di bawah"
"kalo gue lagi berantem sama dia, dia pasti banding-bandingin gue sama lo. awalnya gue kesel, gue cemburu karena gue di sama-samain sama lo. tapi gue ngerti, kelakuan jelek gue emang harus di rubah"
Sally diam sejenak dan berkata "sorry nad, gue engga maksud bikin diptya banding-bandingin lo sama gue. gue sama dipta udah engga pernah komunikasi lagi semnejak kita lulus. gue sama lo juga bedah jauh. lo cantik dan gue engga. lo pantes dapetin dipta.
belum sempat nadia menjawab, dipta datang dan bertanya "kenapa ini? serius amat makan nya."
" ah? engga apa-apa kok yang. lama amat ke toiletnya" jawab nadia
" iya, tadi penuh soalnya yang. yaudah lanjutin makan nya"
Dipta melihat ke arah sally dan tersenym, sally pun membalas senyuman nya dipta
dan keadaan pun hening, tetapi tidak dengan pikiran sally.
suara ponsel nadia yang ber-nada dering lagu 'worth it' pun memecahkan keheningan makan siang saat itu.
" bentar ya yang, aku terima telapon dulu" ucap nadia kepada dipta
" iya yang"
" cewe cantik kaya nadia, jangan lo sia-siain, pamali dip. sayang, dia udah sempurna" ucap sally saat nadia beranjak dari kursi nya dan keluar
" dia cantik tapi beda jauh sama sifat lo, sall"
" maksudnya? tiap orang berbdea sifat dip, lo sama gue juga beda"
" lo sama gue beda tapi lo bisa bikin gue sama kaya lo. Lo dewasa, nadia engga, lo kuat, dia manja, lo percaya, dia over protectif"
"terus kenapa lo masih sama dia, kalo sikap dia bikin lo bahagia?"
" Gue belajar tanggung jawab dari lo sall. gue sama dia satu kampus, satu jurusan. gue jatuh cinta sama dia saat dia satu hobi sama gue. Kita sama-sama suka foto, dan lo tau gue langsung inget lo. gue bertahan sama dia karena gue engga mau nyakitin perasaan dia. gue sayang sama dia, seperti hal nya gue sayang sama lo waktu dulu."
" maksud lo ngomong gitu apa dip, jangan bikin gue makin terharu sama ucapan lo" tanya sally dalam hati
" jangan banding-bandingin dia sama gue dip. Gue beda jauh sama dia." ucap sally
" lo masih yang terbaik buat gue sall, Meski gue gatau lo ke gue kaya gimana"
" thanks dip. Lo banyak berubah sekarang, banjarmasin bikin lo makin dewasa. Bagus, gue seneng liatnya." ujar sally
" terus sekarang cowo yang bisa buka hati lo selain gue, siapa?" ucap dipta mengalihkan pembicaraan
" ah? cowo? hmm iya dia ada kok. Besok dia ulang tahun" jawab sally dengan wajah bingung
" dia gimana orangnya? Baik kan pasti? Gue tau lo, lo engga mungkin pilih cowo yang engga bener"
" ah lo tau mulu tentang gue. Baik, yang pasti lebih baik dari lo dip" Ujar sally dengan tertawa
Nadia datang kembali ke meja dan langsung dudk kembali di kursi "ngomongin apa sih, rame banget"
" hahaha ini yang, ngomongin cowo nya sally"
" oh kirain ngomongin apaan. Eh, yang, tadi mamah telepon nanyain kita dimana. tTadi dia nelepon ke kamu katanya engga dijawab"
" ah? Engga dijawab? engga ada yang nelepon juga" jawab dipta yang segeramerogoh saku celana untuk mengecek handphone nya "oh iya di silent pantesam engga kedenger"
Dan sekarang sally yang merasa bingung dia harus bagaimana. Dia merasa jadi orang asing yang diam diantara dua orang yang saling mengetahui satu sama lain. Mendengar mamahnya dipta menelepon nadia, sally langsung tergugah hatinya. Dia langsung teringat kejadian 5 tahun yang lalu. Dimana keluarga dipta menentang hubungan sally dan dipta karena mereka berbeda keyakinan.
"memang menyakitkan, tapi gue kuat karena ada dipta disitu. 2 tahun lo selalu ada buat gue. Dipta yang selalu nguatin gue kalo gue kenapa-kenapa, Dipta yang selalu ada buat gue, dan dipta yang selalu ngelindungin gue. Gue kangen bandelnya kita dulu, gue kangen tidur di pelukan lo. Gue kangen dip, gue kangen sama kita yang dulu, gue kangen sama susah senangnya kita dulu, gue kangen sama hal tentang lo. Kalo seandainya Tuhan kita sama, mungkin beda cerita, dip"
Ujar sally dalam hati
***

0 komentar:
Post a Comment