"Jangan lupa sama Allah, kalo udah yakin berhijab, mamah pasti dukung"
kalo aku muncul di blog itu artinya aku lagi ....... ah sudahlah
Hal yang bahagia itu ketika saat aku bertemu Allah dan dipeluk Mamah. Dan alhamdulilah Aku merasakan itu, tadi malem.
Aku terbangun saat mendengar nada Dering Alarm di Handpone, bingung, kenapa nada dering Alarm nya jadi lagu si Justin - Sorry. ah tau deh, yang penting Alhamdulilah kebangun engga telat hehe
Jam udah nunjukin pukul 00.00 Wib, Hari Kamis Tanggal 10 November 2016.
Aku terbangun dengan seulas senyuman di wajah, dengan terus mengingat satu hal kejadian yang terjadi tadi sore,
dimana aku bertemu dengan seseorang yang selalu aku panggil "sir", sebenernya semua temanku dulu juga memanggil itu kepadanya.
Sore itu Bandung sedang hujan deras, dan aku memaksakan pulang dari kantor kerumah karena aku tau hujan yang seperti itu akan lama berhenti. Hujan lumayan tidak deras saat aku memasuki jalan Soekarno Hatta dan melewati Traffic Light Samsat, aku kira hujannya akan sama saat aku akan melewati Traffic Light daerah Buahbatu. Karena hujan deras, aku melambatkan kecepatan motor, hingga akhirnya sampai pada Traffic Light Buahbatu, aku berada di belakang Motor berwarna merah hitam, seorang laki-laki bertumbuh tinggi dengan Jas hujan berwarna abu-abu dan memakai Jas hujan sepatu berwarna hitam. "jas ujan sepatu, kayanya aku kenal. tapi masa iya" tanyaku dengan heran
Dengan iseng akhirnya aku memberanikan diri maju kedepan dan berhenti di sebelah kiri motornya. dan tauuuuuuuuu, aku kaget saat aku dan laki-laki itu saling berhadapan, "astagfirullah, itu bener dia aahh yaallah masa iya ih tapi bener dia" ucapku dalam hati saat aku melihat sebuah stiker panjang yang berada di sebelah kiri motornya. Dan sekali lagi aku melihat kearah wajahnya yang di tutupi Helm Full Face dan berharap dia melihatku sekali lagi. dan ternyata dia melihat aku lagi hahaha,
mungkin dia berfikir "siapa ini orang" atau "siapa sih ga jelas" mungkin.
Karena lampu berwarna merah berganti menjadi warna hijau, dia langsung tancap gas tanpa memperdulikan aku ada disana atau memperdulikan kalau hujan deras, tanpa pikir panjang aku mencoba menyusul kecepatan motornya dia dan berhasil hehe kita berhenti bersama di Traffic Light Batununggal, dan sekali lagi aku ingin memastikan apa benar dia. karena jarak motor aku dan dia itu tidak sejajar, dalam artian motorku lebih didepan motornya dia kurang lebih setengah motornya dia, otomatis aku hanya bisa lihat dari kaca spion sebelah kanan. "iya itu dia. aahh Hai pak" kataku dengan senyum indah dibalik helm haha
Dan akhirnya Kita berpisah di Traffic Light Muhammad Toha, aku belok kiri dan sedangkan dia lurus terus, memang karna rumahnya itu berada di ......... pokoknya itulah
"hehe ujan berkah yaallah"
Dia itu Orang, dan aku hanyalah "Secret Admirer"
Nah hal itu yang buat aku seperti orang bahagia dapet hadiah saat aku bangun tengah malam, dan sekarang juga masih senyume-senyum sendiri hehe
waktu udah nunjukin pukul 00.30, dimana pada saat jam itu cuaca Bandung sangat dingin, cuaca yang menyuruh ku untuk tidur hingga pagi. dan Akhirnya aku bangun lalu pergi ke kamar Mandi untuk ber-wudhu, ngejalanin rutinitas sebagai umat muslim, yap, Shalat Tahajud.
Aku selalu senang jika bertemu Allah saat tengah malem yang sepi, Rasanya tidak ada oranglain lagi selain aku dan Allah yang sedang bercerita. dan aku tidak pernah sungkan jika hati ingin selalu meneteskan airmata di hadapanNya, hanya kepadaNya aku selalu menceritakan isi hati ku yang sangat rumit ini. Semuanya selalu aku ceritakan padaNya, sedih, susah, senang, bahkan galau.
Ah. I love you God.
"Kamu kenapa?" Tanya mamah saat menghampiri aku ketika aku beres shalat.
"Aku? Aku kenapa? Engga kenapa-kenapa mah. Emang kenapa?" Tanya aku balik pada mamah
"Akhir-akhir ini kamu jadi beda. Jadi sering tahajud."
"Lah? Emang aku suka tahajud kan mah"
"Bukan, maksud mamah itu akhir-akhir ini kamu sering tahajud sambil nangis. Kamu kenapa?
Aku kaget ketika mamah tau kalo akhir-akhir ini aku suka begitu.
"Ah? Tau darimana mah? Aku engga kenapa-kenapa mah"
"Mamah juga punya telinga kali, mamah sering denger kamu nangis tengah malem gini. Kamu galau? Sama siapa?"
"Apa sih mah, engga. Aku engga kenapa-kenapa"
" jangan bohong. Kamu kenapa? Jangan dinangisin orang yang udah ninggalin kamu gitu aja. Cari aja yang lain lagi"
Mamah selalu bilang gitu kalau anak-anaknya lagi galau haha
"Apa sih mah, bukan gara-gara itu juga"
"Yaudah terserah deh, pokoknya jangan nangisin orang yang engga ngehargain perasaan kamu. Cari yang lain"
"Iya mah iya. Yaudah sana tidur lagi mah"
"Yakin nih engga akan cerita sama mamah?" Tanya mamah kepadaku
"Mah, kalo mamah ditinggalin sama orang tanpa alasan, mamah bakal ngapain?"
"Tanpa alasan? Kamu ditinggalin sama siapa? Sama andre?"
"Bukan. Sama oranglain. Aku sama andre kan udah putus lama mah ih"
"Kirain sama andre. Mamah bakal nanya lah ke orang itu kenapa pergi gitu aja tanpa alasan. Udah ga usah dipikirin, cari yang lain"
"Emang mamah berani nanya ke orang itu?"
"Ya berani lah, kenapa harus takut kan dia yang udah ninggalin kamu, bukan kamu yang ninggalin dia. Jadi ini yang kamu tangisin tiap malem?"
"iya. Diantaranya ini mah. Ah aku bingung mah. Engga tau deh"
"Kamu jangan terpaku sama orang yang udah ngecewain kamu. Sebenernya mudah. Kalo kamu bingung ya tanya, kalo engga bingung ya udah cari yang lain."
"Engga segampang itu mah. Ah udahlah jangan bahas itu lagi"
"Gausah di ratapi gitu. Cari yang lain, masih banyak cowo diluar sana."
"Iya deh mah iya"
"Nanti kenalin ke mamah, jangan lupa. Yaudah sana tidur lagi."
"Mah, doain aku buat berhijab."
"Dari dulu niat kamu berhijab kan udah ada. Mamah selalu doain itu kok."
Tiba-tiba airmata meluncur turun kebawah.
"Kamu kenapa lagi?" Tanya mamah
"Engga tau mah, tiba-tiba ingin nangis. Rasanya nyesek ini hati"
"Yaudah sini peluk mamah dulu" kata mamag dengan langsung memeluk ku dengan erat.
Tangisku makin menjadi saat mamah memeluk ku. Mamah memang selalu seperti itu, cuek tapi akhirnya bikin tenang.
"Udah kan nangisnya? Yaudah sana tidur lagi. Jangan lupain Allah, jangan ninggalin shalat itu yang paling penting. Masalah hijab, nanti juga hati kamu bakal kepanggil buat itu. Allah tau kamu orang baik. Yang sabar, yang kuat."
"Iya mah, makasih buat semuanya mah."
"Iya samasama. Yaudah tidur, kamu ngantor pagi-pagi kan."
Dan
Akhirnya
Aku
Lega
Sedikit.
Thankyou, my superheroes, my angel. :*
****
Ah. I love you God.
"Kamu kenapa?" Tanya mamah saat menghampiri aku ketika aku beres shalat.
"Aku? Aku kenapa? Engga kenapa-kenapa mah. Emang kenapa?" Tanya aku balik pada mamah
"Akhir-akhir ini kamu jadi beda. Jadi sering tahajud."
"Lah? Emang aku suka tahajud kan mah"
"Bukan, maksud mamah itu akhir-akhir ini kamu sering tahajud sambil nangis. Kamu kenapa?
Aku kaget ketika mamah tau kalo akhir-akhir ini aku suka begitu.
"Ah? Tau darimana mah? Aku engga kenapa-kenapa mah"
"Mamah juga punya telinga kali, mamah sering denger kamu nangis tengah malem gini. Kamu galau? Sama siapa?"
"Apa sih mah, engga. Aku engga kenapa-kenapa"
" jangan bohong. Kamu kenapa? Jangan dinangisin orang yang udah ninggalin kamu gitu aja. Cari aja yang lain lagi"
Mamah selalu bilang gitu kalau anak-anaknya lagi galau haha
"Apa sih mah, bukan gara-gara itu juga"
"Yaudah terserah deh, pokoknya jangan nangisin orang yang engga ngehargain perasaan kamu. Cari yang lain"
"Iya mah iya. Yaudah sana tidur lagi mah"
"Yakin nih engga akan cerita sama mamah?" Tanya mamah kepadaku
"Mah, kalo mamah ditinggalin sama orang tanpa alasan, mamah bakal ngapain?"
"Tanpa alasan? Kamu ditinggalin sama siapa? Sama andre?"
"Bukan. Sama oranglain. Aku sama andre kan udah putus lama mah ih"
"Kirain sama andre. Mamah bakal nanya lah ke orang itu kenapa pergi gitu aja tanpa alasan. Udah ga usah dipikirin, cari yang lain"
"Emang mamah berani nanya ke orang itu?"
"Ya berani lah, kenapa harus takut kan dia yang udah ninggalin kamu, bukan kamu yang ninggalin dia. Jadi ini yang kamu tangisin tiap malem?"
"iya. Diantaranya ini mah. Ah aku bingung mah. Engga tau deh"
"Kamu jangan terpaku sama orang yang udah ngecewain kamu. Sebenernya mudah. Kalo kamu bingung ya tanya, kalo engga bingung ya udah cari yang lain."
"Engga segampang itu mah. Ah udahlah jangan bahas itu lagi"
"Gausah di ratapi gitu. Cari yang lain, masih banyak cowo diluar sana."
"Iya deh mah iya"
"Nanti kenalin ke mamah, jangan lupa. Yaudah sana tidur lagi."
"Mah, doain aku buat berhijab."
"Dari dulu niat kamu berhijab kan udah ada. Mamah selalu doain itu kok."
Tiba-tiba airmata meluncur turun kebawah.
"Kamu kenapa lagi?" Tanya mamah
"Engga tau mah, tiba-tiba ingin nangis. Rasanya nyesek ini hati"
"Yaudah sini peluk mamah dulu" kata mamag dengan langsung memeluk ku dengan erat.
Tangisku makin menjadi saat mamah memeluk ku. Mamah memang selalu seperti itu, cuek tapi akhirnya bikin tenang.
"Udah kan nangisnya? Yaudah sana tidur lagi. Jangan lupain Allah, jangan ninggalin shalat itu yang paling penting. Masalah hijab, nanti juga hati kamu bakal kepanggil buat itu. Allah tau kamu orang baik. Yang sabar, yang kuat."
"Iya mah, makasih buat semuanya mah."
"Iya samasama. Yaudah tidur, kamu ngantor pagi-pagi kan."
Dan
Akhirnya
Aku
Lega
Sedikit.
Thankyou, my superheroes, my angel. :*
****

0 komentar:
Post a Comment