Monday, 17 October 2016

Friend (Part 2)

-Dua belas September dua ribu enam belas.-


"Pake warna merah aja kali ya. Oke deh, ini aja" ujar sally saat memilih baju yang akan dipakainya. Karena hari itu bertepatan dengan hari Raya Idul Adha, sally memutuskan untuk memakai baju berwarna merah.



"Aku tidur dulu bentar, jangan ganggu." Ancam sally kepada adik dan kakaknya saat mereka sudah tiba dirumah sesuai mengikuti shalat ied di dekat rumahnya.

                                                  ****
Sally merebahkan badan nya di tempat tidurnya, dengan wajah yang sedikit gelisah dan cemas, sesekali ia mengecek handphone nya dan menaruhnya kembali saat apa yang dia harapkan itu tidak ada. Ya, dia mengharapkan dilan menghubungi nya.
Sally memejamkan mata dan kemudian tertidur. Mata sally kembali terbuka saat mendengar handphone nya berbunyi
"Aarrgh siapa yang telepon sih ini, nomor siapa lagi ini" ucap sally dengan ketus
"Hallo?" Tanya sally
"Hari ini ada acara ga sall? Eh lagi apa lo?" Ucap seorang laki-laki yang berbicara di telepon
"Lo siapa? Lo tau nomer gue darimana? Sorry gue engga kenal"
"Hahaha calm bro. Lo lupa sama gue? Ini gue dipta. Lo dimana sall?
"Dipta?" Sally terperangah saat mendengar nama dipta.
"Ah? Dipta? Lo tau nomer gue dari siapa? Gue dirumah"
"Entar aja gue ceritain. Yaudah gue kerumah lo. Eh tapi gue gatau rumah lo yang baru. Kasih tau ya. Gue lagi dijalan, ntr gue telfon lagi"
"Hah? Mau ngapain? Tapi dip," belum sempat menjawab dipta langsung mematikan telepon nya.

"Astagfirullah kenapa dia kesini. Aakkk diptaaa. Gue males ganti baju" ujar sally dengan merebahkan diri ke tempat tidur

"Gue udah nyampe nih. Dirumah ada mamah?" Tanya dipta melalu telepon
"Iya tunggu. Ada kok" jawab sally
"Asalamualaikum mah" ucap dipta saat bertemu dengan mamahnya sally sambil mencium tangan nya
"Mah? Mamah? Sejak kapan kamu manggil mamah?" Tanya sally dengan menatap dipta dengan heran. Dipta melihat dan tersenyum
"Waalaikumsalam. Eh? Dipta? Yaampun makin beda aja sekarang. Kemana aja? Katanya kuliah di banjarmasin? Kok jauh-jauh banget."
"Iya mah hehe ah mamah bisa aja. Iya mah sekarang di banjarmasin kuliah, soalnya disini engga ada jurusan komunikasi yang bagus"
"Oh gitu. ke bandung kapan? Baru dateng? Gimana papah sama mamah? Baik?"
"Puji tuhan baik mah. Udah seminggu lebih sih di bandung, kemarin-kemarin juga sempet ketemu sally engga sengaja hehe oh iya, dipta mau minta izin mau minjem sally pergi jalan-jalan mah" ucap dipta
"Ah? Jalan-jalan kemana? Kenapa engga nanya ke gue dulu?" Jawab sally dengan kesal
"Iya boleh aja dip kalo mau pergi. Jangan pulang kemaleman tapi ya." Jawab mamah nya sally
"Iya mah, siap hehe ayo sall"
"Huft. Iya bentar, gue ganti baju dulu" kata sally sambil pergi kedalam rumahnya buat berganti pakaian

"Cepet amat ganti bajunya, curiga siluman nih lo hahaha" kata dipta saat sally menghampirinya dan berkata "ayo dip"
"Sialan lo haha ayo. Mah, kita pergi ya. Asalamualaikum"
"Iya waalaikumsalam, hati-hati dijalan"
"Iya siap mah. Asalamualaikum" jawab dipta
"Waalaikumsalam dip"

                                               ****
Sally baru sadar ketika dia melihat motor berwarna merah didepannya, dan dia kaget.
"Lo tadi kesini pake "si merah" ini dip?" Tanya sally dengan heran
"Yailah lo baru nyadar sall? Iya lah. Gue sengaja pake si merah, biar kita bisa flashback hahaha bercanda" jawab dipta dengan tertawa

Si merah adalah saksi bisu perjalanan dimasa lalu mereka, karena si merah juga usaha dipta buat narik hati sally itu tercapai. Sally bukan cewe yang kalian pikir. Maksudnya, karena dulu dipta sering anter jemput dari rumah ke sekolah pake si merah itu. Dan akhirnya sally luluh sama dipta. Sally engga pernah meminta dipta untuk repot-repot mengantar sally pulang, tapi dipta selalu memaksan nya untuk mengantar sally pulang.

Sally kaget ketika dia melihat sebuah stiker yang terpasang di depan plat nomor motor dipta,
"Dip. Stiker ini masih ada haha biar apa?"
"Engga biar apa-apa haha stikernya susah dilepas, sepertinya si merah ga mau lepas dari stiker itu" jawab dipta dengan tertawa

* **0810 * Stiker yang bertuliskan tanggal yang menurut sally itu dulu indah. Tanggal dimana dia menjadi orang yang spesial, tanggal dimana kehidupan dia berubah saat dipta datang. Tanggal dimana sally menjadi orang yang beruntung pernah bersama dipta.
"Sall, keluarga lo...." ucap dipta dan membuyarkan lamunan nya sally
"Iya dip, semuanya berubah ketika lo pergi, termasuk keluarga gue hehe"
"Sorry sall. Eh Kita makan dulu yuk, gue laper belom makan" ucap dipta
" sorry kenapa? Santai aja bro haha. Bebas, gue ngikut aja"
"sorry, gue engga ada saat lo butuh orang yang selalu ada buat lo. Haha lo engga berubah sall. Pegangan biar ga jatoh haha"
"Haha gue pegangan ke si merah aja" jawab sally dengan tertawa.

Mereka tiba di salah satu rumah makan di kawasan cihampelas.
"Lo mau makan apa sall? Ato biar gue pilihin ya"
"Iya bebas deh dip"
"Haha iya sall siap"

"Abis ini kita kemana?" Tanya sally saat mereka sedang menikmati makanan nya.
"Temenin gue hunting foto di ciwalk ya" jawab dipta.
"Oke siap. Jangan jadiin gue model lo tapi ya haha"
"Haha anjis pede banget lo. Eh ngomong-ngomong cowo lo tau lo jalan sama gue?" Tanya dipta
"Cowo gue? Ah itu eh, iya dia tau kok" jawab sally berbohong
"Dia tau lo jalan sama mantan nya? Terus ga marah?
"Sekarang lo temen gue nyet hahaha engga kok, dia baik. Terus nadia tau lo jalan sama gue?" Tanya balik sally
"Engga. Kalo dia tau, dia pasti marah sall. Dia ga suka gue berhubungan lagi sama masalalu gue, termasuk lo. Ya emamg sih sekarang kita emang temen, tapi dia tau kita dulu apa" jawab dipta.
"Terus lo kenapa masih temuin gue kalo nadia tau bakal marah?"
"Gue rindu. Gue rindu masa-masa SMA gue yang engga ada disana hehe oh iya, kemaren gue ketemu arya sama anak-anak yang lainnya. Katanya dia bakal nikah?"
"haha harusnya lo jalan banyakan sama anak-anak yang lain. Iya, taun depan nikah katanya."


                                              ****

"Udah beres? Ayo sekarang" ajak dipta saat memastikan acara makan nya itu beres
"Ayo" jawab sally singkat
Sally menemani dipta yang asyik dengan kamera nya. Sekarang dipta sering menghabiskan waktunya dengan kamera, mungkin karena memang jurusan kuliah dia itu adalah komunikasi pastinya engga akan jauh dari kamera, dipta juga cetita kalau dia ikut komunitas fotographi gitu disana.

"Satu kali dong jadi model gue please hehe" bujuk dipta pada sally
"Sekali tapi ya" jawab sally
"Iya sekali disini, sekali disana haha"
"Serah deh haha"

"Iya sayang. Aku udah makan kok, aku lagi jalan-jalan sama temen-temen aku ay, banyakan. Iya udah sampai nanti ya, bye. Loveyou" ucap dipta melalui telepon
"Nadia tadi yang nelepon" ucap dipta ke sally
"Lah? Emang gue nanya? Mau nadia ato bukan juga itu bukan urusan gue, dip haha" jawab sally dengan tertawa.
Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, ketika mereka sedang berada di taman foto. Sebelum ke taman foto, mereka sempat berkunjung ke taman balai kota dan yang lainnya, kata dipta sih dia mau ngumpulin foto buat tugas kuliahnya dia.
" udah sore dip, mau balik sekarang?" Tanya sally
"Lo mau balik? Ayo. Balik kerumah gue dulu ya. Lo ga kangen sama chiko? Haha"
"Ah? Kerumah lo? Kayanya engga dip, gue takut,"
"Tenang, nyokap gue udah berubah sall. Ayo" ajak dipta
Sally naik motor dan mengikuti apa yang di inginkan dipta.

"Duh, kalo mamahnya ketemu gue, gue mesti bilang apa. Gue takut di cuekin" ucap sally dalam hati

Itu adalah pertemuan sally yang ketiga dengan mamahnya dipta. Karena sewaktu dulu, sally dan mamahnya dipta engga pernah ketemu. Mamahnya dipta kerja dan kalo weekend, selalu dipta yang main kerumah sally. pertemuan pertama sally dan mamahnya dipta adalah saat dipta sakit dan tidak masuk sekolah, sally menengok ke rumahnya dan bertemu dengan mamahnya

" udah nyampe sall. Turun" ucap dipta dan melihat ke arah sally
"Iya gue turun dip" jawab sally dengan ragu
"Pah, mah, aku pulang. Liat aku bawa siapa nih" teriak dipta saat dia masuk ke dalam rumahnya dan berteriak mencari papah dan mamahnya. Mamahnya datang menghampiri dipta dan berkata "bawa siapa dip? Eh, kamu kan? Sani? Eh sally ya?"
"Iya tante, apa kabar hehe" jawab sally sambil mencium tangan mamahnya dipta
"Puji tuhan baik sall. Kamu beda sekarang ya, pangling liatnya hehe"
"Ah haha masih sama kaya dulu kok tan"
"Haha kamu makin cantik sekarang. Pantesan dipta pengen ketemu kamu hari ini. Eh duduk sall, tante bikin minum dulu ya"
Sally dan dipta saling bertatap dan dipta melemparkan senyumnya kepada sally
"Tuhkan, mamah udah berubah sekarang kan hehe" ucap dipta
"Tetep aja malu dip huft"
"Engga usah malu, lo cantik"
Ayahnya dipta datang menghampiri sally dan dipta yang sedang duduk di kursi ruang tamu
"Eh ada tamu. Sally? Kemana aja? Apa kabar sekarang?
"Baik om, masih ada dibandung kok om, alhamdulilah baik. Om sendiri apa kabar?" Jawab sally dengan mencium tangan ayah nya dipta
"Puji tuhan baik juga sall. Sekarang kuliah atau kerja?"
"Kerja om. Tadinya mau kuliah tapi lagi enak kerja hehe" jawab sally dengan tertawa kecil
"Oh gitu. Kerja dimana?"
"Di notaris om"
"Wah hebat bisa kerja disitu haha"
"Ah biasa aja om hehe"
Mamah nya sally menghampiri ke ruang tamu dengan membawa dua cangkir air minum dan beberapa toples makanan
"Ini sall, di minum. Jangan sungkan ya. Om sama tante ke dalam dulu sebentar, mau lanjut nonton sinetron sambil tante juga lagi masak haha"
"Om ke belakang dulu ya sall, dip"
"Iya om, tante makasih hehe"
"Gue deg-degan dip tapi seneng hehe" ucap sally dengan tersenyum
"Gue juga seneng sall, liat keadaan indah gini. Seandainya kalo dulu kaya gini, mungkin beda cerita ya haha"
"Haha iya dip. Eh udah adzan maghrib, dip. Gue ke mesjid dulu bentar ya."
"Yaudah ayo gue anter. Mah, pah dipta sama sally keluar dulu bentar" teriak dipta
"Iya" jawab ayahnya

Sally dan dipta berjalan menuju masjid di dekat rumah nya dipta, seperti hal nya biasa. Sally sedang shalat didalam, dan dipta menunggu di halaman masjid. Mereka memang selalu seperti itu, kadang sally yang menemani dipta saat beribadah, dipta di dalam gereja dan sally menunggu di luar. Saling menjaga dan menghargai, itu lah yang mereka lakukan setiap hari.

"Gue jadi inget dulu, lo selalu nunggu diluar masjid saat gue shalat. Dan gue suka nunggu lo di luar gereja saat lo kebaktian, dip." Ucap sally saat dia selesai shalat dan menghampiri dipta yang sedang duduk di luar
"Eh, udah beres sall? Haha iya, kangen kita yang dulu ya jadinya haha" jawab dipta
"Haha gue juga kangen sama kita yang dulu. Eh ayo, mau ujan kayanya, dip" ajak
"Haha ayo sall"

Sally kaget ketika dipta tiba-tiba menggandeng tangan nya dan berjalan bersama
"Dip?" Ucap sally dan melihat ke arah tangannya
"Apa? Udah ayo jalan."

                                                    ****

"Eh udah pulang, udah beres shalatnya, sall?" Tanya mamah nya dipta saat mereka tiba di rumah
"Udah tan hehe" jawab sally
"Mah, chiko mana?" Tanya dipta pada mamah nya
"Itu di belakang, udah di kandangnya. Kenapa?"
"Ini, sally rindu chiko katanya haha"
"Ohaha iya ke belakang aja sana"

*guk guk* chiko meng-gonggong saat sally dan dipta menemuinya
"Wah chiko udah gede, berapa taun sekarang dip?" Tanya sally pada dipta
" berapa ya, 3 taun mungkin. Dulu pas lo kesini, dia masih berapa bulan ya, masih kecil." Jawab dipta
"Haha iya masih kecil. Eh fotoin gue dong sama chiko hehe."
"Foto sama chiko, mau. Foto sama gue, engga mau lo. Bentar"
"Haha nanti foto bareng"
Dipta mengambil kamera miliknya yang berada di ruang tamu, dan langsung mengambil beberapa gambar sally dan chiko, lalu mengambil gambar mereka bertiga. Sally, chiko, dan dipta. Hal yang jarang terjadi bahkan tidak akan terjadi lagi saat mereka tertawa bersama. Dan itu membuat sally sangat bahagia.
"Guk gu guk" chiko terus meng-gonggong dan sesekali tersenyum
"Chiko bilang apa dip?" Tanya sally pada dipta
"Chiko bilang kalo kakak sally cantik"
"Ahaha chiko genit"
"Dip, ayo makan dulu. Ajak sally sekalian." Teriak mamah pada dipta
"Iya mah, bentar. Ayo sall, makan dulu" jawab dipta dengan mengajak sally
"Ah? Deg-degan dip, first time makan bareng tante huft oke ayo" jawab sally dengan pasrah
"Udah dulu kangen-kangenan sama chiko nya, makan dulu sall."
"Duh tante, ngerepotin banget ini." Jawab sally
"Ah ngerepotin apa nya, tenang aja. Ayo makan. Kata dipta, kamu engga suka seafood, jadi tante masak itu aja hehe"
"Ya ampun tan, maaf ngerepotin. Sengaja masak buat sally tan. Pasti sally makan kok hehe"

"Dipta, gue terharu, gue seneng, gue sedih. Aahhhh tante, i love you. Kalo tau gini, dari dulu aja kita temenan, dip hehe" ucap sally dalam hati

Suara air hujan di luar sana, menemani makan malam mereka. Ayah, ibu, dipta dan sally. Tidak pernah terlintas di benak sally, bahwa dia akan berada di posisi seperti ini. Makan malam dan tertawa bersama. rasanya sally ingin memberhentikan waktu, agar bisa merasakan hal yang dianggap nya langka ini lebih lama.
"Perbedaan itu menyenangkan" ucap sally dalam hati.

                                              ****

0 komentar:

Post a Comment