-Dua-
'Iya mah, aku sama nadia lagi disini. Bentar lagi pulang
kok'
Lamunan sally terpecahkan saat mendengar dipta mengobrol
lewat telepon bersama mamah nya.
'Nih yang, mamah mau bicara sama kamu' dipta kasih handpone
nya ke nadia. Dan nadia beralih dari kursinya dan mencari tempat untuk
berbicara
'Apa kabar mamah? Baik? Masih kerja disana, dip?' Tanya
sally dengan senyum.
'Kabar baik sall. Iya masih kok. Sorry ya sall'
'Lah? Sorry for what?'
'Sorry atas kelakuan om gue dan yang lain nya waktu itu.'
Om nya adalah salah satu orang yang engga suka sama hubungan
dipta dan sally, lalu sepupunya yang cewe. Mereka engga suka sally karena dia
beda agama. Pernah suatu ketika saat sally silaturahmi ke rumah nya dipta, saat
itu dirumah nya lagi ada acara keluarga nya. Mamah papah nya welcome, kecuali
om nya itu yang engga suka sama sally. Dan dari situ, sally engga mau
berhubungan lagi sama om nya. Sally kuat karena ada dipta, hingga akhirnya
mereka benar-benar berpisah.
'Ohaha engga apa-apa kali dip. Gue ngerti. Gue juga kuat
gara-gara lo selalu ada di samping gue dip. Thankyou sebelumnya'
'Sall' dipta manggil
'Iyaa dip?'
'Gue mau ngomong sesuatu'
'Ngomong apa?' Tanya sally dengan penasaran
'Gue kangen sama lo sall. Sebenernya gue pengen bm lo ato
line lo, tapi gue ga bisa sall. Tuhan ngedenger doa gue, akhirnya gue ketemu
sama lo hari ini. Gue seneng'
'Gue juga dip, gue .... '
Omongan sally pun terhenti karena nadia datang dan duduk di
kursi sebelah dipta
'Yang, ayo pulang' ajak sally ke dipta
Sally dan dipta pun langsung saling diam
'Ayo yang, kamu engga akan beli apablagi gitu? Mumpung kita
masih disini yang'
'Tadi mamah kamu titip pesen sih. Pengen nitip brownies yang
di toko bawah yang'
'Yaudah ayo, beli dulu'
'Yaudah, gue pulang duluan ya dip, nad
Thankyou traktirannya. Sorry ngerepotin juga. Have fun di
bandung ya. Salam buat mamah, salam juga buat banjarmasin hehe' ucap sally
'Iya sall. Thankyou juga udah ngasih tau dipta kaya gimana
hehe' jawab nadia
'Bentar sall' dipta memotong obrolan sally dan nadia
'Iya kenapa dip?'
'Yang, boleh aku ngobrol berdua bentar sam sally? Bentar
kok. Kamu kebawah duluan, aku entar nyusul. Ya' bujuk dipta ke nadia
Sally bingung. Nadia pun tambah bingung.
'Iya yang. Aku tunggu di bawah. Jangan macem-macem ya,
janji?'
'Iya yang. Janji' ucap dipta sambil tersenyum.
Nadia pergi meninggalkan sally dan dipta
****
'Gue pengen tau lanjutan omongan lo yang tadi sall' dipta
membuka obrolan
'Gue ga enak sama nadia, dip. Gue takut dia nyangka kita...
'
'Engga, dia percaya sama gue' potong dipta
'Iya dip. Gue juga kangen sama lo, gue kangen sama hal yang
udah kita lewatin bareng-bareng. Tapi inget ya, sekarang gue engga punya
perasaan apa-apa sama lo. Gue cuma kangen sama kita yang dulu'
'Iya sall. Gue ngerti kok. Gue sama nadia sebenernya sama
kaya gue sama lo dulu'
'Maksudnya?'
'Gue sama nadia, beda agama. Dia islam, sall'
'Serius dip? Terus keluarga lo?'
'Keluarga gue, terutama om gue akhirnya ngerti. Gue sama dia
engga akan pernah selamanya, ya kecuali.
'Kecuali apa?'
'Kecuali ada salah satu di antara kita yang pindah'
Sally kaget, sally bingung, sally sedih
'Sall? Lo ga kenapa-kenapa?'
'Gue sedih dip. Kenapa lo ngulangin kesalahan lo lagi. Terus
kenapa lo engga cari yang seiman?'
Engga tau apa yang dirasain sally waktu itu, sakit, nyeri,
nyesek.
'Udah gue coba sall buat dapetin yang seiman, tapi susah.
Temen-temen gue di kampus mayoritas muslim, sall. Sorry, gue engga nepatin
janji gue ke elo.'
'Gue ga tau harus bilang apa lagi dip. Gue ngerasa keadaan
bikin gue engga adil, dip'
Dipta diam dan menghentikan langkah kaki nya. Nadia pun
menghentikan langkah kakinya juga.
'Sorry sall. Gue minta maaf sama apa yabg udh gue lakuin
sama lo selama ini. Ini pertemuan kita yang pertama dan terakhirnya, kecuali
tuhan takdirin kita buat ketemu kaya gini lagi. Gue ingin lo bahagia. Lo harus
bahagia sall'
'Gue bahagia kalo lo bahagia dip. Banjarmasin banyak
ngerubah lo dip, cepetan lulus terus balik bandung ya'
'Iya jenong, entar aku langsung balik bandung kalo udah
lulus. Mungkin entar langsung bawa istri dari sana haha' ucap dipta sambil
ngerangkul dan mengajak sally ke lantai bawah
'Gue pengen lo nikah sama yang seiman dip'
'Iya gue usahain hehe. Kalo seandainya suatu saat gue
mualaf, itu semua karena lo ya sall.'
'Ah? Anjir. Lo gila dip, parah. Engga, lo ga boleh nentang
orang tua lo. Gue orang pertama yang bakal marah kalo otu ampe terjadi.'
'Haha lo engga berubah sall. Masih tetep kaya dulu, pemarah'
jawab dipta dengan tertawa
Nadia melambaikan tangan ke arah dipta ketika dia melihat
dipta dan sally jalan ke arah nadia.
Sally melambatkan langkah kaki nya, dan berhenti. Mata sally
terus melihat ke arah nadia dan dipta
'Gue seneng lo bahagia dip, meskipun itu bukan sama gue.
Seengganya gue pernah bahagiain lo. Thankyou dulu udah mau-maunya bahagian gue.
Berasa pengen muter waktu lagi ke taun 2010, dimana gue ketemu sama anugerah
terindah gue. Thanks god. Sekarang gue lega lo engga kenapa-kenapa.' Ucap sally
dalam hati
'Sally'
Suara dipta membuat lamunan sally berhenti. Sally
menghampiri dipta dan nadia.
'Sall, gue sama dipta pamit sekarang ya. Sekali lagi thanks'
'Iya nad, thanks juga buat hari ini. Thanks juga lo mau
ketemu sama gue, sorry tadi gue sama dipta ninggalin lo sendirian ke bawah. Gue
sama dipta engga ada apa-apa, nad. Kita temen'
'Iya sall, gue tau kok. Tenang, gue juga temen lo sekarang'
Mereka berdua berpelukan dan tertawa
'Adem liatnya. Terharu gue liat pelukan gini' kata dipta
'Huu lebay lo dip' ujar sally sambil mencubit pinggang dipta
'Haha jahat lo sall, sakit tau.'
'Haha lebay ah. Yaudah pulang sana, kasian nadia.'
'Yaudah, dah ya. Salam buat cowo lo, bilang ke dia, salam
dari gue. Cinta pertama dan pacar pertama nya sally. Kalo dia macem-macem,
bilang gue ya. Nama cowo lo tadi siapa? Lupa gue' bisik dipta
'Dilan haha Siap komandan hehe. Jangan lupa, gereja
dibandung, jam 7 pagi ya dip'
'Iya sall gue masih inget haha jangan lupa solat 5waktu.
Dah, gue pasti kangen lo. Salam buat anak-anak'
Sally mengangguk dan tersenyum
Lalu
Dipta dan nadia benar-benar meninggalkan sally. Sally pun
pergi dan dia tidak berhenti tersenyum.
'Mimpi apa gue, bisa ketemu sama lo lagi dip. Orang agustus,
pasti bakal dateng di bulan agustus. Wajar kan kalo gue gabisa lupa sama orang
yang udah bikin hati gue kebuka. Tenang, gue udah moveon. Gue udah punya
bahagia nya gue sendiri.' Ujar sally dalam hati
Sally adalah pacar pertama nya dipta. Begitu pun dipta, dia
adalah pacar pertama nya sally. Mereka bertemu di SMA, mereka satu jurusan dan
satu kelas.
Sally bukan orang yang mudah buka hati buat oranglain, dan
dipta pun bukan orang yang mudah bikin orang dekat sama dia. Pada saat itu Satu sekolah pun
heran mengapa mereka bisa bersama dan banyak yang engga suka sama hubungan
mereka, tapi mereka selalu memperlihatkan ke orang lain kalau bahagia itu
mereka sendiri yang buat. 2 tahun bukan waktu yang sebentar bagi mereka, hingga
suatu ketika, mereka ada di suatu kondisi dimana orangtua nya dipta benar-benar
engga mau melihat anaknya terlalu dalam mencintai sally. Akhirnya mereka
berpisah, tapi mereka tetap berteman dan terkadang sally engga kuat tiap lihat
dipta, dipta pun begitu.
Pada saat hari wisuda dan kelulusan sekolah, itu adalah hari
terakhir dimana mereka bertemu. Dipta mutusin buat kuliah di banjarmasin karena
dia ingin memilih jurusan yang engga ada di kampus di bandung. Dan 3 tahun
mereka lost contact, dan tadi tepat di akhir agustus, mereka bertemu atas
takdir Allah.
***

0 komentar:
Post a Comment