Monday, 17 October 2016

Friend (Part 1)

-Sepuluh September dua ribu enam belas-


"Akhirnya bereesss. Ah? Udah jam 12 lagi aja. Huft ini weekend tapi ini kerjaan banyak mulu. Oke, Dzuhur dulu, beres-beres terus pulang" ujar sally saat melihat jam dinding yang menempel di ruang kerjanya. Meja kerja nya yang berantakan menandakan 



bahwa hari itu kerjaan dia sangat banyak. Untungnya sally sangat mencintai pekerjaannya, sehingga bagi dia sebanyak apapun kerjaan pasti dia menikmati nya. Dan hari itu hari sabtu, hari dimana waktu kerja sally hingga siang hari.

Sally menghidupkan mesin motornya lalu dia meninggalkan kantor, tidak ketinggalan juga beserta sepasang handsfree di telinga nya dan sebuah smartphone yang berisikan musik-musik pilihan nya yang selalu menemani sally kemanapun dia pergi.

Biasanya sehabis pulang kerja di hari sabtu, sally membiasakan lari siang didekat rumahnya. Karena berhubung hari itu dia sedang berpuasa, maka lari siangnya di ganti menjadi lari sore. "Itung-itung nga-buburit" pikir sally
Sally telah siap memakai sepatu lari, baju tipis, jaket tebal dan celana pendek dan tidak lupa sepasang handsfree ditelinga nya. Sally lebih nyaman jika dia memakai pakaian olahraga cowo, karena pikirnya pakaian cowo saat berolahraga itu yang paling simple. Kata orang, sally memang tomboy, cuek sama pakaian. Karena dia bertumbuh dewasa, akhirnya dia bisa beradaptasi sama umurnya itu.

                                                  ***
"ya ampun. Kamu kan lagi puasa, kenapa lari-lari gitu. Kamu engga cape sall? " ucap mamahnya sally saat sally sudah tiba di rumahnya
"Engga mah, cuman lari doang kok. Udah ah, mau mandi dulu bentar lagi buka puasa"
"Nah gitu rajin mandi, biar seger liatnya"
"Iya lah ma, masa udah olahraga engga mandi" kata sally sambil berjalan ke kamar mandi.

"Udah lagi mandinya? Baru 5 menit, kamu mandi atau cuci muka?" Protes mamahnya sally saat dia keluar dari kamar mandi
"Hehe mandi mah, tuh liat basah kan. Kamar mandinya engga mau aku kelamaan disana, jadi aja di usir"
"Astagfirullah, terserah kamu deh. Cepetan ganti baju, bentar lagi adzan maghrib"
"Iya mah hehe"

Sally pun segera berganti baju dan bersiap menunggu adzan maghrib
"Alhamdulilah, aku maghrib dulu mah" kata sally saat dia sudah membuka puasa nya.
"yaudah sana, kalo kamu mau makan ambil aja langsung"
"Insyaallah kalo laper ya mah hehe" kata sally sambil meninggalkan mamahnya
"Tuh kan kebiasaan"

Waktu sudah menunjukan pukul 18.30 wib, karena saat itu hari sabtu dan kebanyakan orang menggunakan sabtu malam nya itu dengan cara jalan-jalan keluar rumah lah, ada juga yang diem di rumah nungguin tamu spesial nya.

" happy first month, lan hmm" ujar sally dalam hati dengan raut muka yang kecewa sehabis dia melihat kalender

Sally sudah siap didepan televisi bersama adik dan mamahnya, kebetulan hari itu klub sepakbola kesukaan sally sedang bermain, memang keluarga sally senang dengan sepakbola.

Sally hampir lupa, seharian ini dia engga mengecek handpone nya sama sekali. Sally mencari handphone nya dan akhirnya dapat.
ternyata banyak notification yang masuk, dan berharap ada pesan masuk dari dilan. sally men-scroll notification nya itu ke bawah. Dan dia kaget saat melihat notification email masuk
"Ah? Siapa ini? " tanya sally ke diri sendiri nya "Hah? Astagfirullah? Ah? Ini seriusan? Kok ih? Kenapa bisa?"
"Kenapa sih? Heboh banget" tanya adik laki-lakinya sally 
"Kepo" jawab sally singkat

Dia engga percaya atas apa yang dia baca di kotak masuk emailnya, dia baca berkali-kali dan masih tetap tidak percaya.

"Selamat berbuka puasa sall. Gue tau hariini lo pasti puasa. Oh iya, tadi gue ke gereja ngambil jam sore. Gereja di bandung, banyak berubahnya ya ternyata. Dan sepertinya, besok gue ke gereja yang satunya lagi deh. Gue keren kan bisa tau email lo yang ini, gue sendiri aja lupa sama email gue haha. Selamat buka puasa sall"
Emailnya masuk pada pukul 18.00 wib

"Dipta? Seriusan ini dari dia? Kok tumben. Dia belum pulang kesana emang?"
Dengan segera sally membalas emailnya

"Haha tau aja lo gue lagi puasa. Thanks dip. Belom balik lo? Gue kira udah balik kesana. Bandung udah banyak berubah, dip. Lo tau darimana email gue yang ini? Haha udah tua lo, sama email sendiri lupa. Sekali lagi, thanks dip."
Ketik sally dengan raut muka yang kecewa tapi sedikit tenang.

Satu jam berlalu
Dua jam berlalu

"tetot"
Terdengar suara handphone sally berdering, sally bergegas mengecek handphone nya dan benar dugaan nya. Email masuk.

"Haha gue selalu tau tentang lo meskipun mungkin lo sekarang lupa tentang gue. Iya sama-sama sall. Gue tau email lo dari arya, arya tau email lo lewat facebook lo. Haha sialan lo, gue engga tua, tapi dewasa hahaha iya sall, you are welcome."

Sally tersenyum saat membaca pesan masuk dari dipta.
Setelah pertemuan mereka yang minggu lalu, sally tidak pernah mendengar apa pun lagi tentang dipta. Karena sally pikir ya itu wajar, toh sally buka siapa-siapa nya dipta lagi, bukan orang yang harus di beri kabar bila kemana dipta pergi. Dan kini mereka hanya sebatas teman, teman yang dulu satu kelas saat dulu mereka berseragam putih abu, meskipun ada cerita manis pada saat itu, sally memutuskan untuk tidak mengingatnya lagi.

"Haha lebay lo dip. Arya? Dia rajin banget bantuin lo cari email gue. Terus kenapa lo tiba-tiba email gue? Oh iya gue lupa semua socmed lo udah di block sama nadia ya hehe dewasa pala lo botak wkwk" balas sally dengan raut muka yang berseri-seri.


                                             ***


Sepuluh menit
Tiga puluh menit
Satu jam
Dua jam

Sally berkali-kali mengecek handphone nya tetapi masih tetap sama, hingga akhirnya sally tertidur. Sudah larut malam juga, jadi wajar sally tertidur, dia lelah karena seharian sudah beraktifitas.

                                                  ****

-sebelas september duaribu enam belas-

"Bangun sall, saur dulu" ucap mamahnya sally saat membangunkan sally yang sedang tertidur. Waktu memang sudah menunjukan pukul 4.00 am wib dimana sebentar lagi adzan shubuh akan berkumandang
"Iya mah, ini bangun" ujar sally dengan mata yang masih menutup
Sally melihat jam yang ada di sebelahnya, dan secara refleks dia melihat handphone nya, dan langsung menaruh handphone nya kembali dengan raut wajah kecewa.
"kamu kemana lan" ucap sally
Sally selalu kecewa ketika dia melihat handphone nya tanpa ada notification masuk dari dilan. Dia yang selalu bingung kenapa yang tiba-tiba berubah, dan berharap juga tiba-tiba dilan hubungi dia dan ngejelasin semuanya.

Hari minggu harusnya menjadi hari yang menyenangkan buat semua orang, tidak termasuk sally. Dia hanya berdiam diri di rumah, menghabiskan waktu dengan menonton drama korea.

*tet tot* suara handphone sally berbunyi.
Sally langsung melihat handphone nya dengan muka riang, dan dia berharap itu dari dilan. Dan ternyata bukan.
"Huh lo lagi dip" ujar sally dengan agak kecewa.
Dipta membalas email sally yang kemarin malam.

" sorry baru gue bales sall, kemaren nadia nelepon gue ampe tengah malem terus gue ketiduran hehe. Nadia udah balik ke balikpapan dari kemarin lusa sall. Besok gue hubungin elo ya. Oh iya, selamat buka puasa sall. Gausah dibales email ini."

"Ga usah bales? Ngehubungin gue? Lah dari kemaren kan lo ngehubungin gue dip. Iyadeh terserah lo" ucap sally dengan kesal

"Lo kemana lan" ucap sally dengan lirih

0 komentar:

Post a Comment