Saturday, 29 September 2018

"SAMPUL" BAIK.



 Jangan meninggalkan 
sesuatu yang baik 
karena melihat “sampul”yang baik.



            Banyak hal di dunia ini yang mengecewakan, termasuk memberi keputusan yang memang tidak tahu apakah akan baik untuk diri sendiri atau pun untuk orang lain.
Setiap hal kejadian di muka bumi ini segala sesuatu nya telah di setujui oleh Allah. Setan yang akan mengganggu manusia di bumi pun Allah telah menyetujui, bertujuan agar Allah ingin manusia kuat berada dijalan Allah.

       Setan aja disetujui, apalagi manusia yang akan mengganggu manusia?

        Percayalah, itu semua udah Allah yang atur. Jangan salahkan diri sendiri ataupun orang yang baru datang di kehidupan kita, atau bahkan kamu menyalahkan keadaan.

“kenapa dia datang saat aku udah sama dia?”

Atau

“kenapa dia datang saat aku butuh orang kaya dia”

       Nooo. Jangan pernah bilang kaya gitu. Kenapa? Itu artinya kamu nyalahin jalan hidup kamu yang sudah diatur sama Allah.
Bertahun-tahun menyimpan sebuah pernyesalan yang bikin perasaan bahkan pikiran aja tuh udah gamau mikirin lagi itu kejadian.

“yaallah, maaf aku udah jahat sama dia. Aku udah ngecewain manusia karena manusia lain”

Sejak saat itu, aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Apakah harus balik lagi ke dia apa memperbaiki nya didepan.

Aku engga pernah tau apa yang terjadi jika pada saat itu aku tetap pada orang yang mengaku sayang dan menolak ajakan “Sampul” orang baik.
Ninggalin orang yang sayang sama kamu karena ada orang lain yang menurut kamu orang lain itu baik.

Akhirnya menemukan sebuah jawaban, mengapa waktu itu Allah ngasih aku orang yang “bersampul” baik ketika aku bersama orang yang baik.
betapa bodohnya aku saat itu ketika aku menilai aku ninggalin orang yang baik karena “sampul” yang baik. Karena pada saat itu aku tidak pernah tahu jika “sampul” yang baik itu adalah orang yang selama ini mengira sayang sama kita.

Akhirnya aku tersenyum;

“oh jadi ini jawaban dariMu yaa Rabb, mengapa pada saat itu engkau mendatangkan dia saat aku bersamanya? Ini kah jawabannya? meski akhirnya dia juga bukan orang yang engkau takdirkan pada ku. Aku akan tetap berterima kasih padaMu, karena engkau telah menjauhkan aku dari orang yang salah, dari orang yang tidak pernah ingin mengajakku untuk bertemu denganMu.”

         Pada akhirnya kita tidak akan menyalahkan “Orang Ketiga” pada kandasnya suatu hubungan, karena semua jalan hidup kita sudah diatur untuk sebaik mungkin oleh Allah, dan kita sebagai manusia hanya akan menjalankan dan menerima apapun yang akan terjadi di depan, karena Allah sangat-sangat tahu kelemahan setiap hamba nya.



        Jika akhirnya kita berjodoh dengan “Orang Ketiga” itu adalah keputusan terbaik yang dipilih manusia saat dia berada di keputusan yang sulit. Bayangin deh kalo kamu tetap memilih orang yang mengaku saying sama kita, padahal orang yang di takdirkan sama kita itu adalah dia yang menjadi “orang ketiga”itu.

Terimakasih “Orang Ketiga”, terimakasih karena pada saat itu kamu datang di saat yang tepat. 

Terimakasih telah melindungi dan mengambil aku dari orang yang bukan seharusnya menjadi takdirku.

Hai kamu, iya kamu. terimakasih :)

6 comments:

  1. Ku bener dibikin cerita dina blog 😂

    ReplyDelete
  2. Sebentar, masih nyerna nih. Maksudnya orang ketiga itu nyelametin dari orang pertama yang ternyata sikapnya nggak baik?

    Kalau kayak gitu, emang ada sisi positifnya sih. Hohoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaaa betulll wkwk

      Makanya, jgn ngambil sikap kalo org yg ngerebut pasangan orglain itu buruk. Dia gatau ada apa dibalik itu semua wkwkw

      Delete
  3. MENI RUJIT SIA

    ReplyDelete
  4. SOK BIJAK PISAN DI SOSMED TUKANG NYINYIR

    ReplyDelete