"Gedebug......"
"Astagfirullah, jatoh mulu ini handpone" sally mengambil handphone nya yang jatuh dari saku jaketnya saat akan turun dari motor.
Sally Andrianata, cewe yang satu ini emang selalu ceroboh kalo lagi buru-buru, dan selalu lupa kalau handpone nya dia simpan di kantong jaket warna hitam nya saat dia mengendarai motor, tidak pernah lupa bersama sepasang handsfree di telinga nya.
"Oke. Berkas udah dibawa semua. Semoga lancar" ucap sally saat dia melangkah kaki meninggalkan parkiran dan memasuki sebuah gedung yang terletak di sekitaran balai kota Bandung.
"Sall, Sally...."
"Ada yang manggil? Siapa?" Sally mencari sumber suara yang memanggilnya tapi tidak berhasil ditemukan
"Sall, Sally......" teriak seseorang memanggil nama sally sambil berlari menghampiri sally
Deg,
Sally kaget saat ada seseorang yang memegang pundaknya dari belakang dan memanggil namanya
"Eeeh hey, kirain siapa" ucap sally dengan wajah bingung dan memaksakan untuk tersenyum
"Hehehe Mau masuk? Ngapain? Ada kerjaan?" Tanya lelaki itu
"Iyaa nih ada kerjaan biasa hehe mau kemana kamu?"
"Ini mau ke dalem juga, mau ngambil tas ketinggalan didalem terus mau keluar lagi"
"Oh gitu, yaudah ambil gih tas nya, takut keburu siang banget pergi nya" jawab sally dengan berjalan masuk ke dalam gedung.
Lelaki itu tidak menjawab, melainkan hanya berjalan dan memandang wajah sally.
"Oy kenapa oy, liatin nya gitu banget. Ada yang salah sama aku hariini?" Tanya sally dengan bingung
"I still love you, Sall" jawab lelaki itu dengan wajah sedikit penuh harapan.
Sally langsung terdiam dan membuang muka dari pandangan lelaki itu.
Ini yang sally takutkan jika bertemu dengan lelaki itu.
Hendra Adiwibawa, seorang lelaki yang bertemu pertama kali dengan sally di halaman gedung saat sally dan hendra sedang berteduh dalam rintikan hujan.
"Hey, neduh juga ya?"
"Eh iya pak"
" jangan manggil bapak, saya belum bapak2"
"Ohehe iyaa kang maaf"
"Saya hendra, kamu?" Tanya hendra sambil menawarkan tangan untuk bersalaman
"Emm saya Sally" jawab sally dengan menyambut tangan hendra.
Hujan telah membawa sally bertemu hendra, mereka saling mengobrol dan tertawa bersama saat suara air hujan menenggelamkan suara tawa mereka.
Entah apa yang di pikirkan sally pada saat itu, dia merasa sangat nyaman bertemu lelaki yang bisa membuat dia tertawa. Dan akhirnya sally pun jatuh cinta pada Hendra, begitu pun Hendra. Enam bulan sally dan hendra telah melewati waktu bersama, perasaan Sally masih seperti sama seperti kemarin-kemarin bersama hendra. Tapi tidak saat Dilan datang ke kehidupan sally, perasaan sally menjadi berubah drastis saat mengenal Dilan.
"Kamu kenapa jadi berubah kaya gini? Engga pernah ada kabar, aku telepon engga di angkat-angkat. Kamu kenapa?" Tanya hendra saat datang menghampiri sally ke kantor nya
"Engga kenapa-kenapa, aku lagi sibuk. Nanti lagi ngobrolnya ya" jawab sally dengan langsung meninggalkan hendra
Hendra selalu mendapat jawaban yang membingungkan dari sally, dia selalu heran mengapa sally berubah.
Tidak tahu apa yang ada di pikiran sally pada saat itu, mungkin orang lain akan berfikir jika yang dilakukan sally itu jahat.
Sally memang dekat dengan Dilan pada saat itu, dekat sebagai teman. Dan karena banyak kesamaan dan akhirnya nyaman, Sally terjebak di perasaan yang lebih dari teman. Sebenarnya sally tidak berharap Dilan mempunyai perasaan yang sama seperti dia ke Dilan, karena Sally tahu jika Dilan mempunyai perasaan yang sama, situasi mereka akan kacau, maka dari itu sally hanya memendam perasaannya ke Dilan dan perlahan-lahan sally menjauhi hendra, meskipun banyak tanda tanya di pikiran hendra.
"Kita udahan ya. Aku engga nyaman sama kamu. Kamu yang selalu sibuk, kamu yang engga pernah ada waktu sama aku, aku yang selalu ngerasa sendiri. Pacaran atau engga, itu engga ngaruh sama aku. Aku lagi pengen sendiri. Maaf" jelas Sally pada hendra yang pada saat itu bertemu tidak sengaja di pelataran gedung kantor hendra.
"Kamu kenapa sall, ada apa? Cerita sama aku. Aku ga mau kehilangan kamu, Aku sayang sama kamu. Kamu kenapa?" Jawab hendra dengan nada rintih sambil memegang bahu sally dan menatap mata sally
"Maaf, aku udah engga sayang sama kamu"
"Aku bisa berubah buat kamu, aku mau ngelakuin apa aja buat kamu, sall. Tapi tolong, jelasin dulu ada apa sebenarnya"
"Engga ada apa-apa. Engga ada yang perlu kamu rubah, rubah aja saat kamu udah sama orang lain"
"Kamu jahat sall"
"Iya, aku emang jahat. Aku pura-pura sayang sama kamu biar kamu bahagia. Cukup, aku ingin bahagia ndra, biarin aku bahagia."
Sally pergi meninggalkan hendra yang masih bingung dengan sally.
Dan pada saat itu, sally berfikir bahwa dia sudah tidak punya perasaan dan hubungan apa-apa dengan hendra.
Dan Hingga suatu hari, Dilan bilang kepada sally bahwa dia mempunyai perasaan yang sama pada sally. Sally senang dilan mempunyai perasaan yang sama seperti dia.
.
.
*to be Continue*
.
.
Wednesday, 23 August 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment